Jumat, 25 Maret 2011

Spanyol Tunjuk Ceko Sebagai Lawan Terberat

Spanyol akan meladeni perlawanan Republik Ceko di penyisihan Grup I Kualifikasi Piala Eropa 2012, Jumat 25 Maret 2011. Bertindak sebagai tuan rumah Stadion Los Carmenes, Granada, Spanyol tidak akan menganggap remeh Ceko.

Spanyol yang diwakili pelatih Vicente del Bosque mencap Ceko sebagai lawan terberat di Grup I. Ya, Spanyol dan Ceko memang jadi unggulan di grup terbuncit di Kualifikasi Piala Eropa 2012. Selain kedua negara tersebut, Grup I turut dihuni pula oleh Skotlandia, Lithuania, dan Liechtenstein.

"Mereka (Ceko) adalah ancaman terbesar kami. Mereka punya fisik dan kualitas teknik yang baik," kata del Bosque dikutip dari situs resmi UEFA, Rabu 23 Maret 2011.

"Mereka sangat kuat dan merupakan salah satu tim terkuat di Eropa dalam beberapa tahun belakangan ini."

Tim Matador -julukan Spanyol- untuk sementara memuncaki klasemen Grup I dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Sedangkan Ceko menyusul di posisi dua dengan dengan poin enam.

Hanya sekali Petr Cech cs kalah di penyisihan Grup yakni saat meladeni Lithuania di Andruv Stadión, Ceko. Namun, selebihnya anak asuh Michal Bolek ini tak terkalahkan di dua laga terakhir. Hal ini ditambah banyaknya pemain Spanyol yang keletihan dalam membela klubnya, menjadi halangan terbesar buat del Bosque menekuk Ceko.

"Kekhawatiran kami saat ini adalah mayoritas pemain kami terlibat dalam kampanye liga domestik dan Eropa bersama klubnya. Ini akan berlangsung hingga akhir musim," keluh sang pelatih.

Dua Pekerja Terluka Terkena Radioaktif

Dua orang pekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi mengalami luka-luka akibat terpapar unsur radioaktif. Kandungan radiasi di dalam tubuh mereka kini berada di tingkat yang membahayakan.

Menurut laman Associated Press, Kamis, 24 Maret 2011, tiga orang pekerja yang terpapar unsur radioaktif, dua di antaranya mengalami luka-luka. Mereka terluka di bagian kakinya, sehingga tidak bisa melanjutkan pekerjaan dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Menurut laporan dari juru bicara Badan Keamanan Nuklir dan Industri Jepang, Fumio Matsuda, mereka terluka ketika hendak memasang kabel listrik di salah satu unit reaktor.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, ujar Matsuda, dua pekerja ini telah terpapar radiasi hingga 180 milliseverts, sedikit lagi mencapai batas yang telah ditentukan oleh pemerintah Jepang.

Hingga saat ini, telah lebih dari 24 orang pekerja di PLTN tersebut yang mengalami luka-luka dalam usaha untuk mengendalikan kembali reaktor nuklir yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami dua pekan yang lalu.

Keadaan di PLTN mengalami naik turun dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya dilaporkan listrik telah berhasil dialirkan ke unit reaktor nomor dua yang pendinginnya rusak. Namun, belum ada perkembangan terbaru mengenai hal ini.

Akibat kerusakan pendingin juga, tingkat radiasi di lokasi tidak dapat dipastikan. Ratusan ribu penduduk di daerah sekitar PLTN telah diungsikan.

Laporan terbaru, petugas telah menuangkan 18 ton air laut ke dalam kolam penampungan untuk pendinginan. Langkah ini berhasil menurunkan suhu reaktor hingga 50 derajat celcius. Namun, para ahli mengatakan bahwa keadaan di PLTN baru akan pulih dalam waktu berbulan-bulan setelah para pekerja mengganti komponen yang rusak dan memastikan tidak adanya kebocoran gas.

Tokyo Terancam Krisis Air Kemasan

Banyak toko di ibukota Jepang, Tokyo, kehabisan air minum kemasan setelah diborong penduduk. Mereka khawatir setelah muncul kabar bahwa radiasi dari pembangkit listrik teaga nuklir (PLTN) yang rusak, walau berjarak sekitar 250 km, telah mencemari jaringan air keran, sehingga tidak aman bagi anak kecil.

Menurut kantor berita Associated Press, pemerintah Tokyo hari ini mulai memberi jatah air minum kemasan di sejumlah lokasi, dimana setiap keluarga berhak mendapat tiga botol. Tokyo diperkirakan memiliki 80.000 keluarga yang memiliki bayi berusia 12 bulan ke bawah.

Sebenarnya, kadar pencemaran pada sistem air keran di Tokyo hari ini sudah balik ke tingkat aman. Namun, penduduk tampak tidak mau ambil risiko, karena kadar air keran di dua prefektur (provinsi) yang bertetangga, yaitu Chiba dan Saitama, malah menunjukkan kadar berbahaya, yang bisa menyebabkan kanker.

Itulah sebabnya, penduduk di Tokyo memborong air kemasan di toko-toko. Padahal pemerintah setempat sudah meminta warganya, yang berjumlah 13 juta jiwa, untuk tidak panik.

Namun, warga yang memiliki anak kecil tidak mau ambil risiko. "Pikiran pertama saya adalah perlu membeli air kemasan," kata Reiko Matsumoto, seorang ibu yang memiliki putri berusia lima tahun, seperti yang dikutip stasiun berita MSNBC. "Saya pun tidak tahu apakah masih bisa memandikan dia," lanjut Matsumoto.

Pengelola sejumlah toko mengaku sudah kehabisan pasokan. "Para konsumen terus meminta air kemasan. Namun kami tidak berbuat apa-apa," kata Masayoshi Kasahara, seorang staf supermarket di kawasan timur Tokyo, seperti yang dikutip harian The Star. "Kami sudah minta pasokan baru, namun tidak tahu kapan pengiriman berikut akan datang," lanjut Kasahara.

Menurut Toru Kikutaka, penjaga supermarket di kawasan lain di Tokyo, setiap konsumen sebenarnya sudah dijatah membeli paling banyak dua botol air kemasan berukuran dua liter. Namun, tetap saja habis.

Sementara itu, tim teknisi masih berjuang keras memperbaiki enam reaktor nuklir yang rusak di Fukushima, yang dekat dengan pusat gempa berkekuatan 9 pada Skala Richter dan tsunami yang menghantam kawasan timur laut Jepang pada 11 Maret lalu.

Fukushima terletak 250 km dari sebelah utara Tokyo. Pihak berwenang memperkirakan, jumlah korban tewas maupun warga yang masih hilang akibat bencana itu sebanyak lebih dari 25.000 jiwa.

KPK Sedang Telaah Laporan Yusuf Supendi

Salah satu deklarator Partai Keadilan (PK), embrio Partai Keadilan Sejahtera (PKS), melaporkan tiga petinggi PKS: Presiden PKS, Luthfi Hasan, Sekjen PKS, Anis Matta, dan Wakil Sekjen PKS, Mahfudz Siddiq. Selain ke Badan Kehormatan DPR, laporan juga dialamatkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagaimana kelanjutan laporan Yusuf di KPK? Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, pihaknya masih mempelajari laporan tersebut. "KPK sedang validasi dan menelaah laporan Pak Yusuf. Belum ada kesimpulan," ujar Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 23 Maret 2011.

Laporan ke KPK disampaikan Yusuf Supendi, Senin 21 Maret 2011, terkait dugaan penggelapan dana pilkada DKI Jakarta sebesar Rp10 miliar yang dilakukan oleh Anis Matta. Berkas yang diserahkan Yusuf ke KPK berupa bukti awal penggelapan Rp10 miliar dan 12 nama saksi yang dapat menjelaskan kasus tersebut.

Johan menambahkan, finalisasi laporan dugaan tindak pidana korupsi dari masyarakat tergantung pada data dan laporan yang disampaikan. "Tapi yang pasti, KPK hanya mengurusi hal yang menyangkut korupsi dan kerugian negara," kata Johan.

Usai menyampaikan laporan, Senin 21 Maret 2011, Yusuf menuturkan alasannya melaporkan petinggi PKS itu ke KPK. "Ya, kalau tidak bisa diselesaikan secara internal, ya saya laporkan ke KPK," kata Yusuf.

Mantan Presiden PKS, Hidayat Nurwahid, menilai laporan Yusuf Supendi ke KPK salah alamat. Sebab, persoalan yang diungkap bukan menyangkut keuangan negara dan penyelenggara negara.

"Soal penggelapan masih bisa diperdebatkan karena kalau itu jadi masalah tentu yang melaporkan yang punya uang yakni Adang Darajatun," kata Hidayat di DPR, Rabu 23 Maret 2011.

"Tapi, apapun sekarang bola di KPK, dan kami harapkan mereka bekerja profesional untuk menghadirkan kepastian hukum," kata mantan Presiden PKS itu.

Hidayat berharap KPK bisa mendudukkan persoalannya. Kalau tidak perlu diproses tidak usah dipaksakan. "Saya harap KPK bisa bekerja profesional dan mendudukan persoalan yang sebenarnya karena mereka terkait dengan pejabat negara dan keuangan negara," kata dia.

Soal Friksi, PKS Harus Contoh Golkar

Pengamat politik Siti Zuhro menilai Partai Keadilan Sejahtera harus hati-hati dalam menyelesaikan friksi-friksi di internal partai pasca-aduan Yusuf Supendi. Dia mengingatkan PKS jangan mengulang 'kesalahan' PKB.

"Seperti kata Gus Dur, PKB itu meletus balon hijau, maka pecah friksi-friksinya. Ini yang harus diwaspadai PKS agar tidak bernasib seperti PKB," kata pengamat asal Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di DPR, Jakarta, Kamis 24 Maret 2011. Menurutnya, PKS bisa menyontoh Partai Golkar yang meski banyak friksi di internal, namun partai tidak bubar.

Siti berpendapat sejumlah orang di internal partai tidak senang ketika PKS jadi partai terbuka. "Ini kan keluar dari ideologi. Padahal dari sisi sejarah sangat jelas bahwa tidak ada partai dengan embel-embel agama termasuk Islam yang menang atau besar," katanya.

Akibatnya, ada dua pandangan mengkristal, yakni menjadi partai terbuka dan ekslusif. Namun, arus utama partai sudah memutuskan menjadi partai terbuka. Kalau ini tidak segera diselesaikan, maka nasib PKS akan seperti PKB dan PDI Perjuangan yang sempat digoyang karena banyaknya friksi. "Ini yang harus diwaspadi PKS," ujarnya.

Siti menilai, Yusuf Supendi berani melaporkan sejumlah elit PKS ke KPK karena memiliki bukti. Menurutnya, PKS harus segera menyelesaikan itu. "Kalau PKS bilang ini tidak benar, langsung polisikan saja," katanya.

PKS pun harus klarifikasi tuduhan ini ke publik segera, karena isu semacam ini bisa membuat konstituen di bawah menilai PKS pragmatis. "Akhirnya ditinggalkan.

Minggu, 20 Maret 2011

Gempa Jepang, Untung Rugi Industri Otomotif

Bencana tsunami Jepang menjadi peluang sekaligus petaka bagi industri otomotif nasional. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melihat dampak bencana ini dari dua sisi.

Dari sisi peluang, kemungkinan Jepang akan merelokasi pabrik industri komponennya karena mengalami kerusakan akibat bencana. Pemerintah, seperti dikatakan Menteri Perindustrian, MS Hidayat, berencana menawarkan relokasi pabrik ini kepada pihak Jepang.

Ketua Umum Gaikindo, Sudirman M Rusdi, menyatakan, sebelum terjadi bencana, sebetulnya Gaikindo telah mengajak perusahaan Jepang merelokasi pabriknya. Tapi terkait dengan gempa, tentu akan dilihat seberapa besar kerusakan pabrik bersangkutan.

"Relokasilah ke sini (Indonesia), agar value added-nya ada di negara kita," kata Sudirman di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis, 24 Maret 2011.

Anggota Gaikindo yang juga Presiden Direktur PT Hyundai Indonesia Motor, Jongkie D Sugiarto, mengungkapkan hal yang sama. Suatu peluang besar jika Jepang ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Namun ia menduga, relokasi tidak akan dilakukan Jepang dalam waktu singkat karena diperlukan partner, mempersiapkan lokasi lahan, dan lain sebagainya.

Sementara dampak negatifnya (petaka) yaitu industri komponen di Jepang terganggu, karena beberapa pabrik kondisinya masih belum diketahui dan bahkan ada yang hancur.

Rusaknya pabrik komponen ini tentu akan berimbas kepada suplai komponen dan bahan baku (besi baja, kimia, dan lainnya) asal Jepang yang produksinya belum jelas hingga kini.

Seluruh produsen otomotif dalam negeri yang berasal dari Jepang telah menyatakan produksi tidak akan terganggu hingga April, namun untuk Mei belum dapat dipastikan aman atau tidaknya.

Saat ini ekonomi Indonesia sedang berkembang, sehingga permintaan kendaraan pun besar. Namun permasalahannya jika suplai komponen dan bahan baku dari Jepang terganggu, maka akan berdampak pada produksi otomotif nasional.

"Itu yang membuat kami repot. Jika sampai Indonesia kekurangan pasokan untuk kendaraan bermotor," kata Jongkie.

Lebih jauh lagi, yang lebih mengkhawatirkan bila suplai komponen ke Indonesia tidak terpenuhi, maka mengancam produsen otomotif nasional. Pasalnya, produksi dapat terhenti dan berimbas pada nasib karyawan.

"Saya terutama khawatir dengan masalah karyawan kita yang ada di bagian produksi Daihatsu, Toyota, Honda, Isuzu, Suzuki. Kalau tidak ada komponennya, mereka bisa apa. Bisa terjadi PHK, meski hal tersebut tidak saya harapkan," kata Jongkie.

Dampak dari bencana Jepang bukan hanya terhadap industri otomotif di Indonesia saja, tapi berimbas juga pada seluruh dunia. Saat ini seluruh merek industri otomotif asal Jepang sangat bergantung pada supplier di sana, perusahaan otomotif dalam negeri sejauh ini hanya dapat memantau perkembangannya seperti apa.