Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

Bintang Twillight Blak-blakan Bicara Kekasih

Taylor Lautner bicara blak-blakan mengenai pacar barunya, Lily Collins. Tidak tanggung-tanggung, aktor Twillight ini sering melemparkan pujian untuk sang kekasih yang merupakan putri dari Phil Collins.

Pria ganteng ini mengatakan bahwa Lily berhasil membuatnya gila ketika mereka menjalankan proses syuting bersama untuk film terbaru mereka, Abduction.

"Dulu saya tidak tahu dia sangat baik. Saya bertemu dengannya beberapa kali dan dia membuat saya gila. Dia sangat mengagumkan," ujarnya seperti dikutip oleh laman Showbizspy.

Baginya, Lily sangat berbakat dan sangat mendukungnya. 'Manusia serigala' ini juga mengungkapkan bahwa mereka sangat mudah menemukan chemistry dalam memainkan adegan-adegan romantis dalam film tersebut.

"Semua ini tergantung orangnya, dan suasana yang dibangun bersama karena jika tidak dapat cocok akan terasa sangat aneh," ujarnya.

Pria yang berusia 18 tahun ini sudah digosipkan menjalin hubungan dengan Lily Collins sejak November silam, dan hal ini adalah efek dari menjadi terkenal.

Baginya, yang terburuk dari menjadi terkenal adalah kehilangan privasi. "Kehilangan privasi sangat buruk. Tidak normal berpergian dengan dibuntuti ratusan fotografer," ditambahkannya.

Untuk menghindari kejaran para paparazi, aktor ini pun lebih memilih pergi ke restoran yang tidak terlalu terkenal. Walaupun begitu, ada kalanya Taylor tidak terlalu memperdulikan para fotografer yang membuntutinya dan mencoba nyaman dengan kondisi tersebut.

Menjadi terkenal adalah risiko. Namun, hal tersebut tidak membuatnya besar hati karena kehidupannya sama dengan kehidupan remaja pria normal lainnya. (umi)

Raksasa Korea Selatan Tambah Investasi di RI

Salah satu perusahaan raksasa asal Korea Selatan, Samsung C&T Corporation, semakin ekspansif menanamkan investasinya di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, tiga sektor bisnis rencananya bakal digarap Samsung yaitu perkebunan kelapa sawit, pembangkit listrik, dan pertambangan batu bara.

"CEO Samsung C&T Corporation, dulu namanya Samsung Corporation, yang mengurusi semua kegiatan investasi dan perdagangan internasional sampai memindahkan regional office-nya ke Jakarta," kata Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Amir Sambodo di kantornya, Jakarta, Jumat, 15 April 2011.

Amir mengungkapkan, bisnis pertama yang akan dimasuki Samsung adalah di sektor pengolahan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Selama ini, Samsung sebetulnya sudah memiliki areal perkebunan kelapa sawit seluas 150 ribu hektare (ha). "Dia mau mengembangkan lagi," katanya.

Samsung berharap bisa menambah luas areal perkebunan kelapa sawit yang dimiliki minimal 2-3 kali lipat atau menjadi 750 ribu ha. Lahan yang diincar kemungkinan besar berada di Kalimantan mengingat areal perkebunan kelapa sawit di Sumatera sudah terlalu padat.

Bisnis kedua yang bakal digeluti oleh Samsung adalah pertambangan batu bara. Untuk bisnis ini, perusahaan Korea Selatan ini mengincar sebuah wilayah di Kalimantan untuk menjalankan bisnisnya tersebut.

"Dia sedang survei, dan sudah mengajukan surat ke pemerintah," katanya.

Terakhir, Samsung bakal menyasar bisnis tenaga listrik yang semakin berkembang di Tanah Air. Berbeda dengan upaya pemerintah yang lebih menitikberatkan pada pembangunan listrik tenaga uap, Samsung menyasar pembangkit listrik tenaga surya.

Rencananya Samsung bakal menggarap listrik tenaga surya dengan daya minimal sebesar 50 megawatt (MW). "Dia (Samsung) mau meminta dari pemerintah untuk diberi kesempatan melakukan studi kelayakan," kata Amir seraya mengatakan Samsung juga mengusulkan pengembangan manufaktur di dalam negeri.

Untuk sektor kelistrikan ini, pemerintah mengaku belum mengetahui persis nilai investasi yang disiapkan Samsung. Namun dari perhitungan kasar, jika pembangkit listrik berkapasitas 1 MW membutuhkan dana hingga US$3 juta, total investasi yang disiapkan mencapai US$150 juta.

Amir mengatakan, Samsung belum merinci total seluruh dana investasi yang disiapkan untuk melakukan ekspansi bisnis di Indonesia tersebut. "Totalnya mereka tidak menyebutkan angka, tapi kira-kira levelnya sudah pasti miliaran dolar AS," katanya. (art)

Siapa Investor Jembatan Selat Sunda?

Proyek Jembatan Selat Sunda digadang-gadang akan menjadi ikon Indonesia. Sebagai ikon Indonesia, nantinya jembatan tersebut akan dikerjakan oleh putra-putri bangsa dari mulai teknologi hingga desain.

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan swasta nasional akan dilibatkan.

"Karena Jembatan Selat Sunda ini sebagai ikon Indonesia. Jadi, kami tidak akan mengundang investor dari suatu negara untuk membangunnya. Tidak seperti itu polanya," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat 15 April 2011.

Namun, tidak demikian untuk masalah dana. Menurut Hatta, terkait pendanaan, investor asing diperbolehkan terlibat. "Soal dana bisa dari mana saja, investor lokal maupun asing. Meski hingga kini belum ada laporannya siapa saja yang terlibat," ujarnya.

Karena itu, nanti akan dibentuk badan usaha. "Untuk proyek nasional, semua boleh terlibat, asal yang benar, yang mampu," kata Hatta.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menambahkan, proyek jembatan ini membutuhkan investasi cukup besar, sehingga tidak mungkin hanya melibatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, pemerintah juga akan bekerja sama dengan BUMN, swasta nasional, dan asing.

Apakah nantinya akan ada pembengkakan dana untuk pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda, menurut dia, hitung-hitungannya belum final. "Itu baru pra studi, pra desain, karena memang belum final. Nanti, saat studi kelayakan dan ada detail desainnya, baru akan ketahuan siapa yang akan mengerjakan itu," kata Joko.

Sebelumnya, Djoko mengatakan, sejumlah investor dari tiga negara berminat untuk berinvestasi pada proyek Jembatan Selat Sunda. Tiga negara itu adalah China, Korea, dan Malaysia.

Jika terealisasi, proyek jembatan senilai Rp100 triliun itu memiliki panjang 2,2 kilometer dan menjadi terpanjang di dunia. Teknologi yang digunakan juga sangat canggih, karena ada Gunung Krakatau dan patahan. Nantinya, jembatan ini juga harus mampu menahan gempa pada skala di atas 9 skala Richter.

Saat ini, perkembangan dari rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda sudah pada tahap membuat peraturan presiden (perpres) mengenai pengembangan kawasan strategis. Karena nantinya yang dibangun bukan saja infrastruktur jembatan, namun juga mengembangkan kawasan, apakah nantinya menjadi cluster industri atau kawasan ekonomi khusus.

Hatta Rajasa Geram Bom Meledak Lagi

Ledakan akibat bom yang kembali terjadi di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, membuat kesal Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Saking kesalnya, Hatta sampai kesulitan mencari kata-kata untuk menjelaskan perasaannya tersebut.

Namun, Hatta mamastikan bahwa aksi bom bunuh diri tersebut tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang bagus. Buktinya, hingga kini tidak pernah ada investor yang menyampaikan keluhan seputar stabilitas keamanan nasional.

"Kalau terus-terusan begini, ya terus terang, merasa apa ya, marah campur apa ya, bahasanya itu, ya, geram," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jakarta, Jumat 15 April 2011.

Hatta mengungkapkan kekesalan dan kemarahannya dengan munculnya kembali aksi pengeboman yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat. Apalagi, hal itu terjadi di tengah kondisi perekonomian nasional yang mulai mendapat sorotan investor dan siap menjadi negara berstatus investment grade.

Saat ini, dia melanjutkan, mulai banyak negara yang melihat dan mempercayakan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Karena itu, pemerintah berharap agar kasus pengeboman ini tidak terlalu mempengaruhi perekonomian nasional.

Hatta juga mengaku syok dengan aksi bom bunuh diri yang kembali muncul di Cirebon. Tindakan ini merupakan aksi tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan serta tidak memiliki rasa nasionalisme, sehingga cenderung merusak.

"Apapun alasannya, kami harus mengutuk sekeras-kerasnya orang-orang yang ingin selalu memberikan citra buruk pada Indonesia," kata Hatta.

Seperti diketahui, setelah peristiwa ledakan bom tersebut, kondisi pasar uang dan pasar saham di dalam negeri relatif tidak terpengaruh. Nilai tukar rupiah masih cenderung stabil, sedangkan IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menguat pada awal transaksi sesi kedua hari ini.

Bahkan, pada akhir transaksi hari ini, IHSG akhirnya ditutup naik 22,53 poin (0,60 persen) ke level 3.730,51. (art)